Cocomesh Sebagai Pengendali

Cocomesh Sebagai Pengendali Erosi Pada Lahan Miring

Cocomesh Sebagai Pengendali Erosi Halo teman – teman semua! Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang cocomesh sebagai pengendali erosi yang sering terjadi pada lahan miring. Cocomesh adalah material dari sabut kelapa yang mampu menahan dan menyimpan air cukup lama. Bahannya yang kuat pun membuat cocomesh digunakan pada konstruksi, pertambangan, dan juga untuk mencegah erosi.

Nah, untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai cocomesh sebagai pengendali erosi, kalian bisa baca penjelasannya dibawah ini. Saya juga akan membahas beberapa hal mengenai pengertian cocomesh biar nanti kalian tidak bingung dan paham saat membaca, jangan lupa juga untuk menyimak artikel ini sampai habis supaya tidak ada hal – hal yang terlewat.

Cocomesh Sebagai Pengendali

Cocomesh Sabut Kelapa

Pohon kelapa ini atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan coconut memiliki banyak manfaat, tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, kelapa juga dapat digunakan untuk kerajinan yang memiliki nilai ekonomis. Pemanfaatan limbah sabut kelapa untuk membuat cocomesh adalah salah satu kerajinan kelapa yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Cocomesh adalah olahan sabut kelapa berbentuk mesh (jaring) dan menjadi pilihan utama untuk membantu proses pengembalian lingkungan bekas tambang, pantai atau hutan. Menggunakan Cocomesh merupakan metode yang paling mudah dan efektif untuk merestorasic lahan tambang dan sejenisnya, selain itu bahan bakunya sudah tersedia dan berlimpah di Indonesia.

Sifat Cocomesh adalah biodegradable dan kuat, yang membantu memfasilitasi pertumbuhan tanaman baru di bekas area pertambangan yang terletak di bagian atas Cocomesh. Cocomesh telah terbukti menumbuhkan kembali daerah bekas deforestasi atau hutan gundul. Banyak mantan perusahaan pertambangan penghijauan mulai beralih ke bahan alami.

Cocomesh menjadi salah satu solusi sederhana untuk masalah pasca tambang atau sering disebut dengan restorasi bekas tambang. Disebut solusi sederhana karena memanfaatkan potensi tambang lokal, atau material yang banyak tersedia di Indonesia. Bahannya adalah Cocomesh atau Jaring Sabut Kelapa.

Cocomesh Sebagai Pengendali Erosi

Bekas tambang yang tersebar di area pertambangan terlihat sangat menyeramkan. Kerusakan yang ditimbulkannya dapat menyebabkan tanah longsor, erosi, pengikisan air tanah bahkan banjir. Hal ini sering terjadi di daerah seperti Pulau Belitong, Berau dan lain-lain. Contoh konkrit, seperti Kalimantan, kini menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba.

Kerusakan alam yang terjadi ini memerlukan penanganan serius dari semua pihak, terutama konduktor tambang. Mereka wajib mengolah kembali bekas ladang ranjau. Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mengolah kembali lahan bekas tambang, seperti menanami kembali lahan atau mengubah luas lahan menjadi usaha produktif seperti penangkapan ikan, dll.

Cara terbaik untuk mengurangi kerusakan adalah dengan transplantasi, hutan itu. Sebelum memulai proses penghijauan, penanaman Cocomesh merupakan langkah penting. Cocomesh sendiri adalah jaring seperti geotextile tetapi terbuat dari bahan sabut kelapa.

Biasanya dibuat seukuran jaring bola voli atau bisa disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Dengan membentangkan ujungnya, cocomesh disebarkan di area bekas tambang. Pemasangannya disesuaikan dengan struktur bumi. Itu bisa bersudut atau datar. Instalasi biasanya dilakukan dalam 2 lapisan.

Perusahaan Berau Cool di Kaltim bahwa penggunaan material cocomesh sudah berhasil dalam mencegah banjir dan longsor. Keunggulan lain dari kelapa ini adalah medianya menyebar dengan sangat mudah pada tanah bekas tambang saat ditebar, sehingga bisa dikatakan media tanam yang baik.

Nah, itu tadi adalah penjelasan mengenai cocomesh sebagai pengendali erosi pada lahan yang miring, kalian juga bisa mendapatkan produk cocomesh berkualitas di Rumah Sabut. Baiklah, sekian untuk artikel “Cocomesh Sebagai Pengendali Erosi Pada Lahan Miring”, jangan lupa untuk check artikel lainnya juga and see you next time!