MASJID RAYA SULTAN RIAU – PULAU PENYENGAT

Masjid Raya Sultan Riau atau disebut dengan Masjid Penyengat merupakan Masjid yang bersejarah dan tertua di Riau, Masjid peninggalan dari masa kejayaan kesultanan Riau di Pulau Penyengat.

Masjid ini berdiri pada tanggal 1 syawal 1249 Hijriyah atau 1832 Masehi oleh raja Abdurrahman. Masjid ini berukuran 18meter x 19,8meter yang berdiri sejak 2 abad lalu, dengan menara setinggi 19 meter.

Masjid ini juga terkadang disebut dengan “Masjid Putih Telur”. Mengapa? Karena pada pembangunan Masjid ini tidak menggunakan semen, melainkan menggunakan Putih Telur, kapur, dan tanah liat sebagai perekatnya.

ARSITEKTUR MASJID RAYA SULTAN – RIAU  (PULAU PENYENGAT )

Pada bangunan Masjid Raya sultan – Penyengat ini memiliki 4 kubah bentuk bawang kanan kiri sebelah Masjid, dan memiliki 4 pilar yang terbuat dari beton, kemudian dibelakang Masjid ini, terdapat makam keluarga sultan. Masjid yang memiliki ukuran keseluruhan bangunan yang ukuran sekitar 54 x 32 meter, sedangkan ukuran ruang utama untuk sholat sebesar 29,3 x 19,5 meter.

Salah satu keunikan di Masjid ini adalah masjid ini kedap suara jika kita berada di dalam, dan juga Masjid ini dibangun 2 rumah sotoh, yang dapat digunakan oleh musafir untuk beristirahat sejenak. Masjid ini memiliki bangunan utama, yaitu dua buah bangunan di sisi timur yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk keperluan acara yang berkaitan dengan hari – hari besar Islam, dan didekat pintu masuk utama, pengunjung dapat melihat mushaf Al-Qur’an yang tulisan tangan tafsiran-tafsiran dari ayat-ayat Al Quran diletakkan didalam peti kaca didepan pintu masuk.

Mimbar yang terbuat dari kayu jati yang dibawa langsung dari jepara  selain itu terdapat sepiring pasir dari Mekkah yang katanya dibawa oleh Raja Ahmad Engku Haji Tua, yaitu bangsawan dari Riau yang pertama kali haji pada tahun 1820.  Selain itu, masjid ini memiliki tujuh pintu dan enam jendela yang dilengkapi dengan beberapa bangunan seperti rumah sotoh, tempat wudhu, dan balai tempat melakukan musyawarah. Kemudian rumah sotoh dan balai tempat pertemuan berada di bagian kanan dan kiri halaman depan masjid. Dan untuk bangunan mengambil air Wudhu berada disebelah kanan kiri Masjid.

SEJARAH MASJID RAYA SULTAN

Masjid ini dibangun sekitar pada tahun 1771-1815. yang awalnya, masjid ini hanya berupa bangunan kayu sederhanadan juga  berlantai batu bata yang hanya dilengkapi dengan sebuah menara setinggi lebih kurang 6 meter. Namun, seiring berjalannya waktu, masjid ini tidak lagi mampu menampung jumlah anggota jemaah yang terus bertambah sehingga Raja Abdurrahman, Sultan Kerajaan Riau-Linggga pada 1831-1844 berinisiatif untuk memperbaiki dan memperbesar masjid tersebut.

Pada saat pembangunan masjid ini dilakukan secara seluruh penduduk Pulau Penyengat maupun kawasan Kepulauan Riau, mereka menyumbangkan bahan – bahan material sampai bahan makanan yang salah satu disumbangkan adalah telur. Mka dari itu arsitekturnya memerintahkan untuk mencampur Putih Telur ke dalam bahan material bangunan dengan dicampur pasir dan kapur.

Maka dari itu, Masjid ini banyak pengunjung yang datang di Masjid Raya Sultan dari berbagai daerah, selain untuk melaksanakan ibadah Masjid ini juga bisa untuk menikmati betapa keindahan tentang bangunan Masjid tua ini.

>

>

*Untuk informasi mengenai Pemesanan Kubah Masjid serta Konsultasi di Kontraktor Kubah Masjid:

CV.SINAR SURYA ABADI

• Handphone dan Whatsapp: 081235648084/082264308124

• Alamat : Jalan Ki Suryo jati selatan Rt.24 Rw.08 Kedungturi Taman Sidoarjo – Jawa Timur 61257

• Buka Setiap Hari Pukul 08.00 – 17.00

• atau Kunjungi di https://kubahmasjidindo.com/

Dapatkan harga penawaran kubah masjid terbaik dari kami dengan harga termurah serta berkualitas dengan disertai surat jaminan garansi di setiap produknya.

Kami juga bersedia survey kubah masjid di dalam kota, luar kota,maupun luar pulau dengan secara gratis.